Minggu Keempat Januari: Karma, Novel, dan Sejentik Nilai IP
Karma does exist ! Ini salah satu kata-kata yang sangat mengharukan dan menyebalkan at the same time. Mengharukan karena karma tidak pernah membahagiakan , setidaknya seumur hidup gue, dan menyebalkan juga karena statement barusan. The reason why I said this is just because I felt karma said hi to me. Beberapa hari ini Jakarta, ibu kota Indonesia, ditangisi oleh langit . Hujan deras tanpa ampun dari langit membuat beberapa - atau hampir semua - bagian besar Jakarta terendam air minimal semata kaki. Dan beberapa hari ini gue sangat sangat menikmati hujan yang deras atau gerimis kecil sekalipun karena simply terasa menyenangkan dan menenangkan. Dan terjadilah karma . Malam dua/tiga hari yang lalu, pukul 23.00-ish, hujan deras membanjiri Jakarta. Gue lagi dengan asiknya bermain laptop dan handphone tanpa menyadari bahwa bekas kamar gue sudah menjadi danau dangkal semata kaki. "Kak! Bocor kak!" teriak adik gue, Tasya, yang baru saja memulai tidur pulasnya. Gue mendadak pa...